Tutup Tahun, 2011 Wisudawan TPQ Khataman Al Qur’an

MNU Online | MARTAPURA – Acara khataman Al-Qur’an dan wisuda massal siswa-siswi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) atau TK Al-Qur’an se-Kabupaten Banjar, baru-baru ini, memecahkan rekor. Karena jumlahnya terbesar se-Indonesia. Acara khataman ini diikuti oleh 2011 wisudawan-wisudawati TPQ.

Acara wisuda serentak ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Lahir  Kesultanan Banjar ke-507, pekan ini.  “Dari beberapa daerah yang pernah saya ikuti, peserta di Kabupaten Banjar ini terbanyak, tidak hanya untuk Kalimantan, tapi Indonesia. Luar biasa sekali di sini,” terang Direktur Nasional LPPTKA-BKPRMI, Mamsudi Abdurrahman.

Menurutnya, hal tersebut membuktikan Kabupaten Banjar merupakan daerahreligius. Ia juga menyatakan penghargaannya kepada Kesultanan Banjar yang dipimpin Raja Muda H Pangeran Khairul Saleh yang begitu perhatian dengan dunia pendidikan agama.

“Saya mengenal beliau sebagai orang yang perhatian dengan dunia pendidikan dini agama, hal ini juga diakui secara nasional. Buktinya, H Pangeran Khairul Saleh ini meraih penghargaan FASI,” terangnya.

Rangkaian peringatan hari lahir ini juga diisi dengan rangkaian acara seminar Budaya Banjar di auditorium IAIN Banjarmasin. Seminar dimoderatori oleh Tajuddin Noor Ganie dengan menghadirkan narasumber Profesor MP Lambut, Datu Mangku Adat Profesor Jantera Kawi dan Profesor Ahmadi Hasan.

Profesor Ahmadi Hasan membawakan makalah ‘Adat Badamai Menurut Undang-Undang Sultan Adam dan Implementasinya pada Masyarakat Banjar pada Masa Mendatang’. Profesor Helius Sjamsuddin membawa tema ‘Sultan Adam Al Wasik Billah: Refleksi dan Aksiologi atas Sejarah Banjar’.

Sementara itu, H Abdurrahman memaparkan mengenai ‘Undang-Undang Sultan Adam sebuah Refleksi tentang Perkembangan Hukum dalam Kerajaan Banjar Masa Lalu’. Dan terakhir MZ Ariffin Anis membawakan tema ‘Undang Undang Sultan sebagai Budaya Tandingan’.

Raja Muda Kesultanan Banjar H Pangeran Khairul Saleh saat membuka seminar mengatakan, misi Kesultanan Banjar pada seminar ini untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat .

“Ini karena minimnya riset dan diskusi–diskusi tentang sejarah itu sendiri. Sejarah dianggap sebagai masa lalu, kisah nostalgia dan jauh dari modernisme. Padahal bila dilihat, Undang-Undang Sultan Adam (UUSA) telah mampu menjangkau mulai perkawinan, pertanahan, ekonomi dan sebagainya,” ucap Khairul Saleh.♦ nuo/mil

 

Baca juga

Muslimat NU Kota Kediri Sambut Antusias Pelatihan Kebencanaan

MNU Online | KEDIRI – 100 anggota Muslimat NU Kota Kediri mengikuti kegiatan Penyebaran Informasi …

Watch Dragon ball super