Ukhuwah Antarsesama

Oleh : Khofifah Indar Parawansa

IBADAH puasa Ramadlan tahun ini, seperti biasanya dijalankan umat Islam di Indonesia diawali dengan ramainya pemberitaan media massa soal perbedaan diantara umat Islam dalam menetapkan awal bulan Ramadhan.

Seperti diketahui, Muhammadiyah yang menetapkan 1 syawal dengan metode hisab, jauh-jauh hari telah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada 20 Juli.

Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) yang menetapkan awal bulan Ramadhan dengan metode hisab dan rukyatul hilal harus menunggu hasil rukyah yang digelar banyak daerah di Indonesia. Metode ini juga lazim digunakan di beberapa negara di asia tenggara lainnya.

Perbedaan metode dalam penetapan 1 Ramadhan itu tidak hanya menciptakan kebingungan diantara masyarakat, tapi juga berpotensi membelah umat, karena ibadah puasa tidak bisa dijalankan secara serentak se-Indonesia.

Masalah perbedaan penentuan awal Ramadhan sebenarnya sudah sejak lama terjadi di kalangan umat Islam, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Hal yang sama juga kerap terjadi pada penentuan 1 Syawal, sehingga masyarakat sudah terbiasa dengan situasi dan kondisi seperti ini.

Karena itulah, perbedaan dalam menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal sebenarnya tidak perlu dipertentangkan,  dan jangan sampai mengganggu ukhuwah islamiyah diantara umat Islam di Indonesia. Apalagi, dalam ajaran Islam disebutkan, bahwa perbedaan itu adalah rahmat.

Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin mengakui adanya perbedaan, karena Islam memandang perbedaan sebagai sunnatullah,  yang berfungsi sebagai pengujian Allah pada manusia untuk kemajuan umat manusia.

Masalah perbedaan telah banyak diabadikan dalam al-Qur’an, di antaranya firman Allah dalam surat ar-Rum ayat 22 yang maknanya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasa dan warna kulitnya. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”.

Juga firman Allah dalam surat al-Hujarat ayat 13 yang maknanya: “Hai manusia, sungguh kami menciptakan kalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sungguh orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

Perbedaan dalam menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal sebenarnya tidak perlu dipertentangkan,  dan jangan sampai mengganggu ukhuwah islamiyah diantara umat Islam di Indonesia.”

Dalam Al-Qur’an juga banyak ayat yang menyerukan perdamaian dan kasih sayang, antara lain surat Al-Hujarat ayat 10 yang memerintahkan kita untuk saling menjaga dan mempererat tali persaudaraan.
Allah SWT berfirman, maknanya: “Sungguh orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

Terkait itu, benang merah yang bisa ditarik dari ayat ini, adalah mewujudkan perdamaian yang berarti semua orang harus merasa bersaudara.

Dalam konteks ini, ada tiga macam persaudaraan (ukhuwwah). Pertama, ukhuwwah Islamiyyah yang berarti persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar keagamaan (Islam), baik dalam skala lokal, nasional maupun internasional. Kedua, ukhuwwah wathaniyyah yang berarti persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar kebangsaan.

Ketiga, ukhuwwah basyariyyah yang berarti persaudaraan yang tumbuh dan berkembang atas dasar kemanusiaan. Ketiga macam ukhuwah ini harus diwujudkan secara berimbang menurut posisinya masing-masing. Satu dengan lainnya tidak boleh dipertentangkan, sebab hanya melalui tiga dimensi ukhuwah inilah rahmatan lil’alamin akan terealisasikan.

Ukhuwwah islamiyyah dan ukhuwwah wathaniyyah merupakan landasan bagi terwujudnya ukhuwwah insaniyah. Umat Islam harus memperhatikan secara serius, seksama, dan penuh kejernihan terhadap ukhuwwah Islamiyyah dan ukhuwwah wathaniyyah. Keduanya tidak boleh dipertentangkan.

Dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan orang yang dikenal maupun tidak dikenal, dengan sesame \muslim maupun  non muslim, dengan warga Indonesia maupun warga Negara asing , umat Islam diwajibkan menjalin ukhuwwah dan memuliakan orang lain dalam arti saling menghormati, menghargai dan menjaga martabat masing . masing dengan cara yang baik. ♦

Baca juga

Surga dalam Persepsi Manusia

Oleh: Dra Hj Mursyidah Thahir MA | Ketua III PP Muslimat NU SETIAP umat apapun …

Watch Dragon ball super