Usai Lokakarya, Peserta Germas Susun RTL “Kanan Kiri Cantik”

germas-4

GERMAS: Komitmen bersama antara PP Muslimat NU dan Kemenkes RI lewat program gerakan masyarakat hidup sehat. | Foto: MNU Online

MNU Online | BANTEN – Semangat dan kreatifitas tinggi ditunjukkan peserta Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) PP Muslimat NU. Setelah lokakarya sehari di Banjarmasin, Kalsel (4/10/2016) dan Serang, Banten (7/10/2016), mereka langsung menyusun RTL (Rencana Tindak Lanjut).

Konsepnya pun kreatif dan inovatif, yakni kiri cantik 2, kanan cantik 2, depan cantik 2 dan belakang cantik 2. Artinya, melalui ratusan peserta di setiap provinsi akan melakukan pesan berantai untuk menyosialisasikan Germas kepada 2 rumah ke samping kiri, 2 rumah ke samping kanan dan seterusnya alias 1 orang menggaet 4 x 2 keluarga = 8 keluarga. Asumsinya 1 keluarga/rumah beranggotakan 4 orang (suami, isteri dan 2 anak).

Dengan peserta 150 orang maka pesan berantai akan diterima 48.000 orang dan seterusnya. “Ini upaya sehat tanpa biaya. Belum lagi kalau melalui majelis taklim satu bulan dua kali, maka bisa kita hitung jumlah orang yang tersosialisasikan,” ujar Ismoyowati, pengarah dari Direktorat Pusat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Promkes Kemenkes RI).

Pengarah lainnya, Theresia menambahkan, dengan 35-jutaan anggota Muslimat NU menjadi Ormas potensial untuk sosialisasi Germas sekaligus dapat dijadikan model promosi untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular di antaranya jantung, stroke, jantung serta diabetes.

Terlebih, data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI mencatat, penderita penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini tentu memprihatinkan terkait kesehatan bangsa.

“Dari data pemakaian dana BPJS Kesehatan meningkat dan ternyata peruntukannya lebih banyak dipergunakan untuk biaya PTM ini. Untuk itu model penyuluhan versi Muslimat NU ini perlu dikembangkan oleh Ormas lainnya,” harap Theresia.

germas-2

BERSAMBUT: Media lokal antusias menyambut Program Germas yang digagas PP Muslimat NU. | Foto: MNU Online

Ismoyowati menambahkan, biaya sosialisasi ala Muslimat NU ini murah namun akan menjadi sangat mahal tatkala orang mengabaikan pola hidup sehat.

“Karena itu dibutuhkan latihan fisik/olahraga minimal 30 menit sehari, makan buah dan sayur setiap hari dan cek kesehatan secara rutin (tekanan darah, gula darah, kolesterol total, lingkar perut, arus puncak ekspirasi dan deteksi dini kanker leher rahim),” paparnya.

Apresiasi Paman Birin
Sebelumnya, dalam lokakarya di Kalsel Gubernur M Sahbirin mengaku salut atas inisiatif Muslimat NU yang membuat Germas. Untuk mendukung program ini, dia lantas menugaskan Dinkes Provinsi Kalsel agar membantu Muslimat NU dalam menjalankan program-programnya.

Tak hanya di bidang kesehatan, tapi semua program yang menyentuh masyarakat melalui Muslimat NU di Kalsel akan didorong. “Ibu-ibulah yang lebih peduli keluarganya. Demi masa depan rakyat Kalsel dan ini harus kita bantu,” pinta gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu.

Lokakarya di dua provinsi ini diisi nara sumber dari Kemenkes RI, dihadiri gubernur, pengurus PP Muslimat NU dan  Dinas Kesehatan setempat. Pesertanya selain ustadzah dan tokoh Muslimat NU juga para tokoh masyarakat, Ormas dan Banom NU setempat.♦ ros

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super