Pengelolaan Iuran Anggota di Jatim

Usai MoU Diteken PW, Sosialisasi di PC Berjalan Lebih Cepat


PENGELOLAAN I’ANAH SYAHRIYAH: Pertemuan rutin dan sosialisasi pengelolaan iuran anggota Muslimat NU se-Korda Madiun. | Foto: PCMNU Kab Madiun

MNU Online | MADIUN – Pasca nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) diteken PW Muslimat NU Jatim dan Bank Jatim, sosialisasi pengelolaan i’anah syahriyah (iuran bulanan) di tingkat cabang (PC) berjalan lebih cepat.

Minggu (15/1), Muslimat NU se-Korda Madiun bersama Bank Jatim di wilayah “Pawitan Dirowo” (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun dan Ponorogo) menggelar sosialisasi di Pendopo Kabupaten Ngawi. Acara dihadiri ibu-ibu PC dan PAC se-Korda Madiun. Hadir pula staf Bank Jatim cabang Madiun, Rizqi Ridlo Zulfikar.

(Baca: Penutupan Diwarnai MoU Pengelolaan Iuran Anggota dengan Bank Jatim)

Ketua Korda Muslimat NU Madiun, Hj Arina Manasikana SPd.I menuturkan, i’anah syahriyah bagian dari upaya menanamkan ghirah (semangat) untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam memajukan organisasi. Selain itu juga untuk mendeteksi jumlah anggota di setiap cabang secara keseluruhan.

I’anah syahriyah ini untuk menanamkan rasa kebersamaan dalam beribadah karena merupakan amal jariyah yang akan kita rasakan kelak di akhirat,” katanya.

“Iuran ini diupayakan bisa tertib bagi semua anggota Muslimat NU se-Jatim dan dikelola secara profesional, karena PW sudah melaksanakan MoU dengan Bank Jatim untuk ditindaklanjuti di level kabupaten/kota.”

(Baca: Bupati Madiun: Kontribusi Muslimat NU Lebih dari ‘Sekadar’ Pengajian)

(Baca: Penutupan Diwarnai MoU Pengelolaan Iuran Anggota dengan Bank Jatim)

Sementara itu pimpinan Bank Jatim Kabupaten Ngawi, Ratna Hastutik mengatakan pihaknya siap bekerjasama dengan Muslimat NU karena organisasi ini beranggotakan ibu-ibu yang tangguh dan militan.

Untuk teknis pengumpulan uang, kata Ratna, dari anak ranting (dusun) dikumpulkan ke pengurus ranting (desa) yang akan diteruskan ke pengurus PAC.

“Nanti pihak Bank Jatim akan mendatangi acara pertemuan pengurus PC untuk pengambilan uang dan sepakati selama enam bulan uang sudah terkumpul,” jelasnya.

Setelah itu, uang dibagikan pihak Bank Jatim ke masing-masing rekening anak ranting sampai cabang, PW bahkan PP dengan komposisi pembagian anak ranting (20 persen), ranting (30 persen), anak cabang (20 persen), cabang (15 persen), wilayah (10 persen) dan pusat (5 persen).

“Dengan demikian Muslimat NU akan menjadi organisasi yang mandiri dan bermartabat,” tambah Arina.• nur

_____________

PERSENTASE PEMBAGIAN I’ANAH SYAHRIYAH

  • Anak ranting: 20%
  • Ranting: 30%
  • Anak Cabang (PAC): 20%
  • Cabang (PC): 15%
  • Wilayah (PW): 10%
  • Pusat (PP): 5%

Baca juga

GEBYAR SHALAWAT: Muslimat NU Klaten memperingati Hari Santri Nasional dengan mengadakan kegiatan Gebyar Shalawat Lomba Hadrah, Minggu (7/10). | Foto: PCMNU Katen

Muslimat NU Klaten Gebyar Shalawat Bareng 20 Anak Cabang

MNU Online | KLATEN – Memperingati Hari Santri Nasional, PC Muslimat NU Kabupaten Klaten, Jawa …

Watch Dragon ball super