Workshop Pencegahan Narkoba Usai, Enam Hal Ini Perlu Ditindaklanjuti

 WORKSHOP: Waskito Budi Kusumo (kiri), Muslimat NU potensi strategis sebagai penggerak dan pelaksana penanggulangan penyalahgunaan napza. | Foto: MNU Online

WORKSHOP: Waskito Budi Kusumo (kiri), Muslimat NU potensi strategis sebagai penggerak dan pelaksana penanggulangan penyalahgunaan napza. | Foto: MNU Online

MNU Online | BEKASI – Workshop Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Napza di Aston Imperial Bekasi, Jawa Barat, 3-6 November, memang telah usai. Namun ini baru pertemuan awal untuk ditindaklanjuti dengan langkah nyata dan kerjasama dalam pencegahan narkoba.

Sekadar informasi, workshop ini digelar Direktorat RSKP (Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan) Napza Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Diikuti 223 peserta, terdiri dari perwakilan wilayah dan cabang Muslimat NU se-Indonesia dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Jateng, Banten serta Jabar.

Dari workshop selama empat hari tersebut, sedikitnya ada enam hal yang dihasilkan. Pertama, Muslimat NU merupakan potensi yang strategis sebagai penggerak dan pelaksana penanggulangan penyalahgunaan napza.

(Baca: Cegah Bahaya Narkoba, Peta Dakwah Muslimat NU Bertambah)

Kedua, pertemuan ini sebagai langkah awal dan perlu kita tindaklanjuti sebagai langkah nyata dari deklarasi Laskar Anti Narkoba Muslimat NU yang telah dideklarasikan di beberapa wilayah,” ujar Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan (RSKP) Napza, Drs Waskito Budi Kusumo MSi, Sabtu (5/10) malam.

Sebagai tindaklanjut kerjasama di daerah, Waskito menginformasikan IPWL YKP2N (Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang) Makassar telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan PW Muslimat NU Sulawesi Selatan.

“Rencananya akan kami tidaklanjuti untuk capacity building sebagai konselor adiksi,” katanya.

Ketiga, lanjut Waskito, perlu adanya buku terkait penanggulangan penyalahgunaan napza, mulai dari penjangkauan, pendampingan, pencegahan, edukasi sosial, after gate program, resosialisasi dan penyuluhan tentang narkoba.

(Baca: Nyai Machfudhoh: Jangan Lihat Usia, Lihatlah Semangat Kami Perangi Narkoba)

Keempat, harapan peserta agar dapat dilakukan ToT (Training of Trainer) kepada pengurus dan Kemensos dapat memfasilitasi kerjasama dengan Muslimat NU,” katanya.

Kelima, diharapkan Kemensos dapat membuat pilot project terkait dengan penanganan korban napza dan menjadi role model (panutan) untuk wilayah lainnya.

Keenam, telah dibagikan nama dan alamat 160 IPWL sebagai bahan referensi. “Harapan kami ibu-ibu Muslimat NU di daerahnya bisa melakukan kerjasama,” tegasnya. • nur

Baca juga

PENCEGAHAN TPPO: Sosialisasi pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Purwokerto, Jawa Tengah. | Foto: MNU Online

Cegah TPPO, 3 Hari Muslimat NU Gelar Sosialisasi di Purwokerto

MNU Online | PURWOKERTO – Selama tiga hari, 12-14 September 2018, Pimpinan Pusat (PP) Muslimat …

Watch Dragon ball super