Home » WARTA »


Yenny Wahid Masuk Pengurus Muslimat

yenny__khofifahJAKARTA-Putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Zanuba Arifah Chafsoh yang akrab dipanggil Yenny Wahid masuk dalam jajaran pengurus harian  PP Muslimat Nahdlatul Ulama periode 2011-2016.

Yenny menempati jabatan Wakil Sekretaris dalam susunan pengurus yang disusun Khofifah bersama tim formatur hasil kongres di Bandar Lampung, pertengahan Juli lalu.

Sementara itu, posisi Sekretaris Umum dijabat oleh Siti Aniroh Slamet Effendi Yusuf. Nama baru lain yang mengisi posisi pengurus harian, antara lain Mantan Ketua Umum PP Fatayat NU Sri Mulyati, Wan Nedra Komaruddin (dokter Ined) yang menjabat salah satu Ketua, dan Ermalena sebagai Wakil Sekretaris. Sedangkan Nur Hayati Said Aqil Siroj yang pada periode sebelumnya menjadi Bendara Umum kini naik menjadi salah satu ketua.

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa membenarkan masuknya nama Yenny Wahid dalam jajaran pengurus harian Muslimat. Pihaknya sengaja memasukkan sejumlah nama baru dalam susunan pengurus Muslimat untuk penyegaran dan peningkatan kinerja Muslimat pada masa mendatang.


“Mbak Yenny memang masuk sebagai Wakil Sekretaris. Ada banyak nama yang dulu di Departemen sekarang masuk jajaran pengurus harian. Sebagian mereka orang lama yang menempati posisi baru di harian,” kata Khofifah, di Jakarta, Senin (15/8).

Menurutnya, Yenny layak menempati salah satu posisi di pengurus harian Muslimat karena sebelumnya telah aktif di PP Fatayat NU. “Jadi dari sisi kaderisasi, Mbak Yenny sudah pantas masuk Muslimat, kan sudah pernah di Fatayat,” jelas Manteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN era pemerintahan Gus Dur ini.

Selain itu, ada pertimbangan lain sehingga Yenny masuk jajaran pengurus harian Muslimat, yaitu posisinya yang merupakan putri Gus Dur dan cucu KH Hasyim Asy’ari. “Jadi ada beberapa pertimbangan sehingga Mbak Yenny dipilih masuk jajaran pengurus harian Muslimat,” kata mantan Ketua PMII Cabang Surabaya ini.

Khofifah mengungkapkan, dalam waktu dekat, susunan pengurus Muslimat periode 2011-2016 akan diperkenalkan di publik dalam acara taaruf. “Dalam bulan puasa ini juga, susunan pengurus ini akan diumumkan secara resmi, dalam acara taaruf sekaligus acara buka puasa bersama,” jelasnya.

Sekadar mengingkatkan, Khofifah kembali terpilih sebagai Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama dalam kongres ke-16 organisasi itu di Asrama Haji Bandar Lampung, 13-18 lalu. Ia terpilih secara aklamasi tanpa proses pemilihan, di dalam sidang pleno yang dipimpin Ketua Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Barat, Ella M Giri Komala.

Seperti diketahui, Khofifah sebenarnya sudah dua periode memimpin Muslimat, yaitu periode 2001-2006 dan periode 2006-2011. Sehingga dengan terplihnya kembali pada kongres kali ini, ia menjadi Ketua Umum untuk periode ketiga.

Dukungan terhadap Khofifah  secara tegas dinyatakan 31 dari 32 PW Muslimat se-Indonesia serta satu cabang istimewa Arab Saudi. Sedangkan 1 PW Muslimat, yaitu Yogyakarta tidak tegas mendukung Khofifah, namun menyatakan akan menerima siapapun yang terpilih.

Sebelumnya, Khofifah sempat terancam tidak bisa dipiilih lagi karena sudah menjadi ketua umum selama dua periode. Namun, komisi organisasi yang membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga akhirnya memutuskan menghapus batasan periode dalam kepemimpinan pusat Muslimat NU.

Jika mengacu pada AD/ART yang lama, Khofifah  bisa terganjal. Namun, karena kuatnya keinginan peserta kongres agar Khofifah bersedia dipilih kembali, komisi AD/ART akhirnya memutuskan menghapus masa kepemimpinan maksimal dua periode menjadi tanpa batasan.mil

Baca juga

PENGUATAN MAJELIS TAKLIM: Workshop Bidang Ekonomi dan Koperasi Muslimat NU di Gedung PBNU, Rabu (7/11). | Foto: MNU Online

Hindari Rentenir, Muslimat NU Perkuat Majelis Taklim dengan Koperasi

MNU Online | JAKARTA – Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan) Muslimat NU akan membantu membuatkan koperasi …

Watch Dragon ball super